Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga sebagai bagian utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Pesan tersebut mengemuka dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Tempat Wisata Cinumpang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (30/8/2026).
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga sebagai bagian utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Pesan tersebut mengemuka dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Tempat Wisata Cinumpang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (30/8/2026).
Ia menjelaskan, DPPKB Kabupaten Sukabumi turut menghadirkan berbagai kegiatan dalam rangkaian Harganas ke-33. Sejumlah kegiatan tersebut di antaranya pelayanan keluarga berencana (KB) gratis, donor darah, serta peresmian enam gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DPPKB dalam memberikan pelayanan sekaligus memperkuat pembangunan keluarga di Kabupaten Sukabumi.
Eka menilai keberhasilan pembangunan keluarga membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, keluarga, serta berbagai pemangku kepentingan harus terus diperkuat.
Ia pun menyampaikan dua pesan utama dalam momentum Harganas tahun ini, yakni keluarga dan kolaborasi.
“Keluarga merupakan pusat pembangunan. Keluarga memulai pembangunan manusia dan kolaborasi merupakan kekuatan dalam mewujudkan semua hal, termasuk kesejahteraan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun SDM. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas manusia.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen memperkuat pembangunan, bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan SDM. Membangun SDM itu dimulai dari keluarga,” ujarnya.
Bupati menyebut terdapat empat pilar yang perlu diperkuat untuk mewujudkan keluarga berkualitas, yakni keluarga sehat, cerdas, sejahtera, serta harmonis dan berakhlak.
Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergitas seluruh pihak. Termasuk melalui berbagai program yang mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Semua itu demi terwujudnya generasi emas dan zero new stunting,” ungkapnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi turut menekankan pentingnya keluarga dalam membangun kualitas manusia. Ia menyebut keluarga menjadi bagian penting dalam memperkuat kesehatan, pendidikan, dan ketahanan mental.